Bunga KPR naik !
Sejumlah bank diketahui mulai menaikkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) tak lama setelah bank sentral menaikkan bunga BI Rate 25 basis poin menjadi 8,25%. Tekanan inflasi yang makin besar dan diprediksi menembus dua digit menjadi alasan. Berdasarkan penelusuran Bisnis, Bank Panin bulan ini menaikkan bunga fixed KPR dari 9,5% menjadi 10,5%. Jangka bunga tetap yang semula setahun juga diperpendek menjadi enam bulan. Namun, bunga existing tetap pada level 13%
.
Bank Mandiri telah memberlakukan bunga KPR sebesar 11,5% fixed satu tahun per 17 Mei dari sebelumnya 10,5%. Bank ini bahkan menghapuskan program KPR berbunga tetap 11% untuk cicilan dua tahun pertama.
Bank Permata mengenakan bunga kredit sebesar 9,75% fixed dua tahun dari awal tahun 9%. Bank Mega mematok bunga lebih tinggi lagi, yakni 12,99% fixed untuk satu tahun.
KPR merupakan salah satu jenis kredit yang paling rentan terhadap perubahan suku bunga, karena umumnya berjangka panjang. Perbankan bisa menoleransi cicilan hingga 20 tahun dan jarang yang berani mengambil risiko dengan menawarkan bunga tetap dalam jangka lebih dari dua tahun.
Tidak seperti bunga simpanan yang selalu lambat disesuaikan oleh bank, bunga kredit justru sebaliknya. Hal ini diakui oleh Wakil Dirut Bank Danamon Jos Luhukay. “Tapi saya kira kebanyakan bank memilih wait and see dulu,” ujarnya kemarin.
Dia berpendapat setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kebanyakan bank tengah melakukan simulasi dampak negatif terhadap indikator perekonomian, seperti suku bunga dan inflasi. Simulasi inilah yang selanjutmya dijadikan dasar untuk mengambil aksi bisnis, apakah menaikkan bunga kredit atau memperbesar volume kredit.
Bank Danamon, menurut Jos, kemungkinan besar memilih opsi yang kedua dan tetap mempertahankan bunga kredit. “Kami tidak memilih menaikkan bunga kredit. Konsekuensinya, net interest margin kami akan tergerus.”
Di tempat terpisah, Dirut BRI Sofyan Basir menyatakan banknya belum berencana menaikkan bunga kredit kendati BI Rate naik hingga 50 basis poin. “Sebagai bank, harusnya tidak serta-merta menaikkan suku bunga.”
Menurut dia, BRI akan berupaya turut memberikan kelonggaran kepada nasabah dengan tidak menaikkan suku bunga, walaupun menurunkan net interest margin. “Kami akan melakukan ekspansi untuk memperbesar volume, sehingga keuntungan bisa dipertahankan.”
Tahan beli rumah
Sejumlah debitor KPR yang dihubungi Bisnis menyatakan keberatan dengan langkah bank yang buru-buru menaikkan bunga kredit.
“Memang kalau dihitung dari cicilan mungkin nilainya kecil, tapi kenaikan bunga KPR ini kan dibarengi dengan kenaikan harga BBM, harga sembako, dan lainnya. Jadi, tentu memengaruhi keseluruhan pendapatan,” kata Angga, debitor Bank Niaga untuk rumahnya di Pamulang, Tangerang.
Menurut dia, angsuran KPR-nya saat ini sekitar Rp950.000 per bulan. Angga khawatir beban yang ditanggungnya makin mahal. Padahal, dia juga harus menanggung kenaikan biaya transportasi Jakarta Pusat-Pamulang.
Maria, karyawan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengaku berpikir ulang untuk mengambil KPR saat ini. Dia khawatir pendapatannya tidak sesuai dengan pengeluaran yang harus ditanggung di tengah melonjaknya harga BBM dan bahan pangan. (11/18) (hery.trianto@bisnis.co.id)
Sumber : Bisnis Indonesia


